top of page

Monitoring dan Evaluasi Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) Tahun 2024: Upaya Menjamin Kualitas Pendidikan di Jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Janabadra

  • Gambar penulis: Admin web Epembangunan
    Admin web Epembangunan
  • 22 Nov 2024
  • 3 menit membaca



Pada Kamis, 21 November 2024, berlangsung kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) yang diselenggarakan secara daring oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristekdikti). Kegiatan ini memiliki tujuan penting untuk memastikan bahwa program-program yang ada dalam skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dapat berjalan sesuai dengan harapan, khususnya di tingkat perguruan tinggi yang mengikuti PKKM. Salah satunya adalah Jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Janabadra yang turut berpartisipasi dalam program ini.


Tujuan Kegiatan Monev PKKM 2024


Program PKKM yang merupakan bagian dari inisiatif MBKM dari Kemdikbudristekdikti bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Melalui PKKM, diharapkan perguruan tinggi dapat merancang dan melaksanakan program-program yang inovatif untuk mempersiapkan mahasiswa dengan keterampilan yang relevan di dunia kerja. Kegiatan Monitoring dan Evaluasi ini menjadi langkah penting untuk mengawasi dan mengevaluasi implementasi program-program tersebut agar dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Kemdikbudristekdikti.


Kehadiran Tim Monev dan Pimpinan Universitas Janabadra


Dalam kegiatan Monev yang dilaksanakan secara daring, tim evaluasi yang hadir adalah Prof. Dwatmadji dan Dr. Furqan Ishak Aksa, yang dikenal sebagai tim ahli dalam bidang pendidikan tinggi. Kehadiran mereka sangat berarti karena mereka membawa perspektif profesional yang akan mengkritisi serta memberikan masukan yang berguna untuk pengembangan program PKKM ke depannya.


Tidak kalah penting, Jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Janabadra juga turut berpartisipasi aktif dalam acara ini. Pimpinan perguruan tinggi, mulai dari Rektor hingga Tim Task Force PKKM dari Universitas Janabadra, turut hadir dan berperan aktif dalam mendiskusikan berbagai hal terkait implementasi PKKM di Jurusan Ekonomi Pembangunan. Hal ini menunjukkan keseriusan universitas dalam mendukung kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan mengoptimalkan program ini agar memberikan manfaat maksimal bagi mahasiswa.


Implementasi PKKM di Jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Janabadra


Jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Janabadra merupakan salah satu jurusan yang telah mengimplementasikan program MBKM dengan baik. Jurusan ini telah aktif merancang berbagai kegiatan yang mendukung mobilitas mahasiswa, baik dalam bentuk magang, proyek kolaborasi, maupun program-program lain yang sesuai dengan visi MBKM.


PKKM memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang lebih fleksibel dan relevan dengan kebutuhan industri. Melalui kolaborasi dengan berbagai sektor, mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Janabadra bisa memperluas wawasan mereka, mengembangkan keterampilan praktis, serta meningkatkan daya saing di pasar kerja.


Pentingnya Monev dalam Menjamin Keberhasilan Program PKKM


Monev yang dilaksanakan oleh Kemdikbudristekdikti pada tahun 2024 ini memiliki peran yang sangat penting. Selain memastikan bahwa setiap kegiatan dalam program PKKM berjalan dengan baik, Monev juga bertujuan untuk memberikan feedback yang berguna bagi perguruan tinggi, termasuk Jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Janabadra. Dengan evaluasi yang tepat, universitas bisa mengetahui kekuatan dan kelemahan dari program yang mereka jalankan, sehingga perbaikan bisa dilakukan di masa mendatang.


Keberhasilan implementasi PKKM tidak hanya diukur dari kuantitas program yang dilaksanakan, tetapi juga dari kualitas dampak yang dirasakan oleh mahasiswa. Oleh karena itu, Monev ini menjadi sarana penting untuk memastikan bahwa program-program MBKM yang ada benar-benar memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat luas.


Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) yang diselenggarakan secara daring pada 21 November 2024 ini adalah langkah strategis untuk memantau dan mengevaluasi implementasi program MBKM di perguruan tinggi. Universitas Janabadra, melalui Jurusan Ekonomi Pembangunan, menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan program PKKM dengan serius, agar mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui Monev ini, Kemdikbudristekdikti dan perguruan tinggi diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan masa depan.

 
 
 

275 Komentar


Lever Up
Lever Up
sehari yang lalu

Mình có lần lướt đọc mấy trao đổi trên mạng thì thấy nhắc tới I9BET trong lúc câu chuyện đang nói dở, nên cũng tò mò mở ra xem thử cho biết. Mình không tìm hiểu sâu, chỉ xem qua trong thời gian ngắn để quan sát bố cục và cách sắp xếp các mục nội dung tổng thể. Cảm giác là trình bày khá gọn, các phần rõ ràng nên đọc lướt cũng không bị rối, với mình như vậy là đủ để nắm thông tin cơ bản rồi.

Suka

Lever Up
Lever Up
sehari yang lalu

Mình có lần lướt đọc mấy trao đổi trên mạng thì thấy nhắc tới lk68 trong lúc câu chuyện đang nói dở, nên cũng tò mò mở ra xem thử cho biết. Mình không tìm hiểu sâu, chỉ xem qua trong thời gian ngắn để quan sát bố cục và cách sắp xếp các mục nội dung tổng thể. Cảm giác là trình bày khá gọn, các phần rõ ràng nên đọc lướt cũng không bị rối, với mình như vậy là đủ để nắm thông tin cơ bản rồi.

Suka

hardik seo
hardik seo
sehari yang lalu

Interestingly, the principles discussed in the Monitoring and Evaluation of the 2024 Independent Campus Competition Program (PKKM) extend far beyond academic quality assurance. At its core, the PKKM framework emphasizes structured planning, continuous assessment, feedback mechanisms, and measurable outcomes—elements that are equally critical in other fields focused on long-term development and human well-being. This connects directly to another area where monitoring, evaluation, and personalization play a decisive role: health and nutrition management.

Another factor to consider is how education and health share a common goal—sustainable improvement through informed decision-making. Just as universities rely on data-driven evaluations to enhance teaching quality and student outcomes, individuals managing chronic conditions require guided, evidence-based strategies to maintain and improve their quality of life. One such…

Suka

hardik seo
hardik seo
sehari yang lalu

Interestingly, the principles emphasized in the Monitoring and Evaluation of the 2024 Independent Campus Competition Program (PKKM)—such as accountability, transparency, and continuous quality improvement—are not limited to the education sector alone. These same principles increasingly shape how governments design systems to protect citizens in other critical areas, including housing and real estate. Just as universities are evaluated to ensure academic standards and responsible program implementation, regulatory frameworks in the real estate sector exist to safeguard public interest and promote fair practices.

This connection becomes especially clear when we look at how structured oversight mechanisms function in real estate governance. Much like PKKM monitoring ensures that educational institutions meet predefined objectives, the Real Estate (Regulation and Development) Act (RERA) was introduced…

Suka

hardik seo
hardik seo
sehari yang lalu

Interestingly, discussions about quality assurance in higher education—such as the Monitoring and Evaluation of the 2024 Independent Campus Competition Program (PKKM) in the Development Economics Department at Janabadra University—are not only about systems, curricula, and outcomes. At a deeper level, they are also about people: students, lecturers, and academic communities striving to perform at their best. This naturally connects to another often-overlooked factor in educational quality—health and well-being.

Another factor to consider is how physical and cognitive health support productivity, focus, and long-term performance. In academic environments where innovation, critical thinking, and adaptability are emphasized, maintaining good nutrition becomes increasingly relevant. This is where discussions around omega 3 fatty acid intake begin to intersect with broader conversations about human development and sustainability.

Suka

©2023 by Program Studi Ekonomi Pembangunan

bottom of page