top of page
Ketua Mahkamah Agung RI Sampaikan Pidato Dies Natalis Universitas Janabadra ke-66

Ketua Mahkamah Agung RI Sampaikan Pidato Dies Natalis Universitas Janabadra ke-66

Gambar penulis: Admin web Epembangunan
Admin web Epembangunan
7 Okt 2024
3 menit membaca

Pada tanggal 7 Oktober 2024, Universitas Janabadra merayakan Dies Natalis ke-66 yang bertepatan dengan ulang tahun Kota Yogyakarta. Perayaan ini berlangsung meriah dengan tema “Membangun Paradigma Baru Kampus Kebangsaan Dalam Menghadapi Dinamika Global”. Tema ini relevan dengan tantangan global saat ini, yang menuntut universitas untuk terus berinovasi dalam mendidik generasi muda.


Acara yang digelar di Kampus Universitas Janabadra ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. H. Muhammad Syarifuddin, S.H., M.H., yang memberikan pidato utama. Beliau menyampaikan pesan mendalam tentang peran perguruan tinggi dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah perubahan global yang dinamis.


Pidato Inspiratif dari Ketua Mahkamah Agung


Dalam pidatonya, Prof. Dr. H. Muhammad Syarifuddin menekankan pentingnya membangun paradigma baru dalam pendidikan, terutama di lingkungan kampus. Menurutnya, universitas harus menjadi tempat di mana mahasiswa tidak hanya diajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai kebangsaan yang kokoh. “Universitas Janabadra sebagai kampus kebangsaan harus mampu menghadapi tantangan global tanpa melupakan akar budaya dan jati diri bangsa,” ujarnya.


Pidato tersebut juga menyoroti pentingnya kolaborasi antaruniversitas di Indonesia, khususnya di Yogyakarta, dalam memperkuat pendidikan yang berorientasi pada perkembangan global. Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak generasi penerus yang tangguh dan berdaya saing di kancah internasional.


Universitas Janabadra dengan berbagai jurusan unggulannya, termasuk jurusan ekonomi pembangunan Jogja, berperan aktif dalam mewujudkan visi ini. Dengan fokus pada pengembangan ekonomi dan pembangunan yang berkelanjutan, jurusan ini menjadi salah satu pilar penting dalam menguatkan posisi universitas di kancah pendidikan nasional dan internasional.


Semangat Kebangsaan di Tengah Globalisasi


Perayaan Dies Natalis ini tidak hanya menjadi momentum untuk merayakan ulang tahun, tetapi juga sebagai refleksi terhadap peran Universitas Janabadra dalam menghadapi tantangan globalisasi. Tema “Membangun Paradigma Baru Kampus Kebangsaan” menggambarkan semangat untuk tetap menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya arus globalisasi.


Yogyakarta, sebagai kota budaya dan pendidikan, terus bertransformasi seiring dengan perkembangan zaman. Dengan banyaknya universitas ternama di kota ini, termasuk Universitas Janabadra, kota ini menjadi pusat intelektual yang mempersiapkan generasi muda untuk bersaing di dunia internasional.


Namun, di balik globalisasi, nilai-nilai kebangsaan tetap menjadi pondasi penting. Universitas Janabadra, melalui berbagai program akademiknya seperti jurusan ekonomi pembangunan Jogja, terus berupaya mengintegrasikan nilai-nilai lokal dengan perkembangan global. Mahasiswa diajarkan untuk tetap menjunjung tinggi identitas bangsa sambil tetap terbuka terhadap inovasi dan perkembangan dunia.


Harapan dan Masa Depan Universitas Janabadra


Dies Natalis ke-66 ini juga menjadi momentum bagi Universitas Janabadra untuk terus berkibar sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Kota Yogyakarta. Dalam 66 tahun perjalanannya, universitas ini telah mencetak ribuan lulusan yang berprestasi di berbagai bidang, baik di tingkat nasional maupun internasional.


Rektor Universitas Janabadra, dalam sambutannya, menyampaikan harapan agar universitas ini terus menjadi lembaga pendidikan yang unggul dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Universitas Janabadra, baik melalui peningkatan fasilitas, tenaga pengajar, maupun inovasi kurikulum,” ujar Rektor.


Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan universitas lain, baik di dalam negeri maupun luar negeri, untuk memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. Kolaborasi dengan lembaga pemerintah dan sektor swasta juga diharapkan dapat memperkuat link and match antara pendidikan dan dunia kerja.


Salah satu jurusan yang menjadi kebanggaan universitas adalah jurusan ekonomi pembangunan Jogja. Jurusan ini fokus pada pengembangan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan ekonomi global. Dengan kurikulum yang terus diperbarui, jurusan ini diharapkan dapat mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki wawasan luas tentang pembangunan yang berkelanjutan.


Kemeriahan Acara Dies Natalis


Perayaan Dies Natalis ke-66 Universitas Janabadra berlangsung dengan berbagai kegiatan yang menarik. Selain pidato utama dari Ketua Mahkamah Agung, acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dan budaya yang menunjukkan kekayaan tradisi Yogyakarta. Mulai dari tarian daerah hingga paduan suara mahasiswa, semua turut serta memeriahkan suasana.


Acara ini dihadiri oleh dosen, mahasiswa, alumni, serta tokoh-tokoh penting dari berbagai institusi. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa Universitas Janabadra memiliki jaringan yang luas dan diakui sebagai salah satu kampus kebangsaan yang terus berperan penting dalam dunia pendidikan.


Selain itu, terdapat pula diskusi panel yang membahas berbagai isu terkini di dunia pendidikan dan tantangan yang dihadapi oleh perguruan tinggi dalam menghadapi era digital dan globalisasi. Diskusi ini memberikan wawasan baru bagi mahasiswa dan dosen tentang bagaimana pendidikan di masa depan harus beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan zaman.



Dies Natalis ke-66 Universitas Janabadra menjadi tonggak penting dalam perjalanan universitas ini sebagai lembaga pendidikan terkemuka di Yogyakarta. Dengan mengusung tema “Membangun Paradigma Baru Kampus Kebangsaan Dalam Menghadapi Dinamika Global”, universitas ini menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dan tetap relevan di tengah perubahan global.


Harapannya, Universitas Janabadra dapat terus berkibar sebagai perguruan tinggi yang unggul, tidak hanya di Yogyakarta tetapi juga di kancah nasional dan internasional. Melalui jurusan-jurusan unggulannya, termasuk jurusan ekonomi pembangunan Jogja, universitas ini siap mencetak generasi muda yang berdaya saing dan berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

 
 
 

923 Komentar


marco50698
2 jam yang lalu

The subject of understanding the rules and risks of sports betting feels more interesting when there is room for a reader to stop and ask their own questions. Clear explanations of odds and limits can make it easier to examine a betting claim critically. I would use that point as a starting question when considering sports betting literacy. The part I would like to explore further is what happens when the idea meets a real situation with its own limitations. Which terms should a newcomer understand before considering what an advertised offer means?

Suka

marco50698
2 jam yang lalu

I find preparing for a language proficiency test easier to think about when there is a concrete question to start from. Practising the task format can help a learner focus on language rather than unfamiliar instructions. I would keep that thought nearby when looking for ideas about language test preparation. I would probably come back to this question after trying to work through one concrete example rather than deciding immediately. How would you balance test practice with everyday language use?

Suka

brianrodriguez21586
3 jam yang lalu

My first thought about introducing veterinary learning through observation is that the everyday experience deserves as much attention as the larger explanation. Careful observation is a useful starting point before learning more specialised animal-care concepts. For me, that is a useful way into the broader subject of veterinary education basics. I do not have a settled view yet, but this seems like a good place to slow down and look more closely. Which classroom activities help learners describe what they see without jumping to conclusions?

Suka

brianrodriguez21586
5 jam yang lalu

The topic of understanding community involvement in education gives me a few things to think about, especially when the discussion moves beyond general advice. A school community grows through ordinary opportunities to work together. This is why I would approach community school involvement with a specific question rather than a fixed expectation. I can imagine different answers depending on the situation, so I would want to understand the context before drawing conclusions. How can families contribute ideas without needing large amounts of free time?

Suka

marco50698
6 jam yang lalu

Thinking about connecting learning with the Gniewkowo community, I find the smaller practical questions more interesting than a quick conclusion. A local project can give students an audience beyond their teacher. That is the kind of detail I would keep in mind while exploring Gniewkowo community education. A short discussion of an everyday example would make this easier for me to connect with, especially as someone still learning about the subject. What would make the finished project useful to someone in the community?

Suka

©2023 by Program Studi Ekonomi Pembangunan

bottom of page