top of page

Keberhasilan Indonesia Dalam Negosiasi Tarif dengan Amerika Serikat Sehingga Mendapatkan Tarif 19%, Ini Merupakan Keuntungan atau Tantangan

  • Gambar penulis: Admin web Epembangunan
    Admin web Epembangunan
  • 21 Jul 2025
  • 4 menit membaca

Pada awal tahun 2025 pemerintah Indonesia di hadapkan dengan adanya kebijakan penerapan tarif resiprokal oleh pemerintah Amerika Serikat dibawah kepemimpinan presiden Donald Trump, yang berdampak pada penurunan kepercayaan terhadap kinerja pasar modal di Indonesia. Hal ini pada akhirnya mengakibatkan terjadinya penurunan IHSG secara berturut-turut, yang sebelumnya sudah terjadi, karena peluncuran DANATARA oleh pemerintah Indonesia (Admin,2025). Selain menurunkan IHSG kebijakan tarif resiprokal oleh pemerintah Amerika Serikat juga berdampak pada kekhawatiran akan menurunnya nilai ekspor Indonesia ke Amerika Serikat, yang berasal dari sektor tekstil, perikanan, dan lainnya. Kekhawatiran ini didasarkan pada penerapan tarif resiprokal untuk produk Indonesia sebesar 32%, yang pastinya akan berpengaruh pada harga jual produk tersebut di wilayah Amerika Serikat. Kebijakan ini yang menjadi latar belakang dari perlunya pelaksanaan negosiasi yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia, dengan tujuan untuk mendapatkan keringan mengenai tarif resiprokal yang diberlakukan kepada produk Indonesia.

Walaupun begitu kebijakan penerapan tarif resiprokal oleh pemerintah Amerika Serikat juga mengakibatkan dampak pada terjadinya inflasi di Amerika Serikat, yang membuat pemerintah Amerika Serikat membuka jalur negosiasi dengan negara yang mendapatkan penerapan tarif resiprokal. Hal ini dilaksanakan untuk menunjukkan bahwa peran Amerika Serikat masih sangat penting dalam mengontrol sistem perekonomian di dunia. Namun pendekatan negosiasi yang di siapkan oleh pemerintah Amerika Serikat tidak banyak mempengaruhi mengenai kebijakan penerapan tarif resiprokal, ini karena beberapa negara tidak mau melaksanakan negosiasi yang akan mengorbankan industri dalam negeri nya, seperti Tiongkok yang lebih santai dalam menghadapi ancaman tarif resiprokal yang lebih tinggi dari Amerika Serikat. Hal ini karena Tiongkok memiliki sistem perekonomian di dalam negeri yang lebih stabil, selain itu juga untuk segmentasi pasar dari produk Tiongkok lebih luas, karena memiliki kualitas yang dapat bersaing dengan produk dari negara lain, namun dengan harga yang lebih murah, selain itu Tiongkok menjadi salah satu negara pengembang AI yang sudah terbukti ke canggihnya (Redaksi, 2025). Hal ini menunjukkan bahwa penerapan tarif resiprokal oleh pemerintah Amerika Serikat tidak selalu berpengaruh kepada negara lain, malah sebaliknya mengakibatkan terjadinya inflasi di Amerika Serikat yang semakin tinggi akibat dari penerapan tarif resiprokal ke produk Tiongkok.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pentingnya untuk menciptakan sistem perekonomian di dalam negeri Indonesia yang lebih stabil melalui penyerapan produk dalam negeri oleh masyarakat Indonesia. Namun permasalahan mengenai kualitas dari produk Indonesia menjadi salah satu penghambat dari persaingan di pasar dalam negeri. Hal ini karena dukungan pemerintah Indonesia terhadap peningkatan inovasi dan perbaikan pada standar produksi dan komponen, serta teknologi masih sangat kurang. Ditambah pertandingan harga yang tidak terlalu jauh dari ketahuan yang lebih unggul untuk produk luar negeri, yang membuat produk Indonesia kurang diminati di pasar Indonesia. Indonesia sendiri saat ini untuk produk yang dapat bersaing di dalam negeri hanya berfokus pada sektor komoditas kerajinan, tekstil, dan komoditas barang mentah (mineral, atau perikanan). Hal ini yang menjadi daya saing produk Indonesia masih sangat rendah dari pada produk negara lain. Oleh karena itu pemerintah Indonesia juga mulai melaksanakan percepatan hilirisasi pada komoditas tambang, seperti nikel, dan bauksit. Jika program hilirisasi ini dapat berhasil dan dapat diperluas ke sektor lain, pastinya akan mampu untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih besar untuk masyarakat Indonesia, dan dapat memberikan peningkatan nilai ekspor Indonesia di pasar internasional.

Hal tersebut yang seharusnya dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia dalam menghadapi ancaman tarif resiprokal oleh pemerintah Amerika Serikat, dengan penerapan program hilirisasi. Walaupun pada tanggal 16 Juli Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan bahwa penerapan tarif resiprokal kepada Indonesia sebesar 19% (Admin, 2025). Namun keberhasilan ini tidak begitu saja didapatkan oleh Indonesia, yang dimana pemerintah Amerika Serikat memberikan beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh pemerintah Indonesia agar mendapatkan tarif resiprokal tersebut. Hal ini sebenarnya sama dengan apa yang terjadi kepada negara Vietnam yang dimana mendapatkan tarif resiprokal yang lebih rendah dari penerapan tarif resiprokal sebenarnya. Keberhasilan Vietnam dalam negosiasi ini didasarkan pada pemberian akses pasar yang lebih luas dan mudah kepada Amerika Serikat. Syarat ini juga menjadi salah satu poin penting yang harus dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia jika ingin mendapatkan keringanan tarif resiprokal oleh pemerintah Amerika Serikat. Selain itu pemerintah Indonesia juga harus meningkatkan impor di sektor energi dan pertanian, agar neraca perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat menjadi lebih seimbang. Tidak hanya pemerintah Indonesia juga harus memberikan sekurang-kurangnya 50 pesawat dari prusahaan Boeing (Sunarsip, 2025). Hal ini menunjukkan bahwa hasil negosiasi antara pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat seperti lebih menguntungkan Amerika Serikat, yang dimana meminta akses ke pasar Indonesia yang lebih mudah, pada Indonesia sendiri mendapatkan hambatan berupa tarif resiprokal sebesar 19%. Oleh karena itu ini merupakan salah satu kerugian bagian pemerintah Indonesia, jika syarat mengenai pemberian akses pasar Indonesia yang lebih mudah dilaksanakan, seperti penerapan tarif 0% pastinya akan berdampak pada terpuruknya industri dalam negeri Indonesia. Selain itu dampak lain berupa terhambatnya pelaksanaan hilirisasi ini juga dapat terjadi, karena kebijakan negara luar negeri seperti Amerika Serikat akan lebih menguntungkan bagi negaranya sendiri. Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa pemerintah Indonesia perlu melaksanakan perumusan dan peninjauan kembali mengenai syarat yang diminta oleh Amerika Serikat, jangan sampai mengakibatkan terjadinya perlambatan ekonomi do industri dalam negeri dan membuat kemandirian industri Indonesia menjadi terhambat. Jika pemerintah Amerika Serikat tetap melaksanakan tarif resiprokal sebesar 32% di tambah 10%. Pemerintah Indonesia dalam memanfaatkan kondisi ini untuk melaksanakan penyerap produk dalam negeri di pasar Indonesia, selain itu juga dapat menjadi landasan dalam percepatan hilirisasi dan kemudian industri dalam negeri. Walaupun pelaksanaannya pasti akan mendapatkan hambatan. Selain percepatan hilirisasi dan peningkatan penyerapan produk dalam pasar lokal. Pemerintah Indonesia juga perlu melaksanakan kerja sama dengan negara lain seperti Uni Eropa, dan Memanfaatkan pasar bebas ASEAN untuk menjaga kestabilan ekspor Indonesia di pasar internasional. Sehingga dapat mewujudkan cita-cita kemandirian ekonomi dan industri untuk menuju Indonesia Emas 2045.

Referensi:

Admin, (25 Februari 2025)."IHSG Merosot setelah Peluncuran Danantara, Dewan Penasihat Presiden Sebut Investor Salah Paham".TEMPO.CO.https://www.tempo.co/ekonomi/ihsg-merosot-setelah-peluncuran-danantara-dewan-penasihat-presiden-sebut-investor-salah-paham-1211893. Diakses pada tanggal 21 Juli 2025.

Admin, (18 Juli 2025)."Sepakati Tarif Baru 19% dengan Amerika Serikat, Jadi Huge Wins Untuk Industri Padat Karya Indonesia".KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN REPUBLIK INDONESIA. https://ekon.go.id/publikasi/detail/6475/sepakati-tarif-baru-19-dengan-amerika-serikat-jadi-huge-wins-untuk-industri-padat-karya-indonesia. Diakses pada tanggal 21 Juli 2025.

Redaksi, (30 April 2025)."Bukti China Tak Takut Dihantam Tarif Trump, Ini Kata Xi Jinping".CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/tech/20250430153623-37-630018/bukti-china-tak-takut-dihantam-tarif-trump-ini-kata-xi-jinping. Diakses pada tanggal 21 Juli 2025.

Sunarsip, (21 Juli 2025)."Relevansi Tarif Resiprokal 19% bagi Ekonomi Indonesia".CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/opini/20250720230516-14-650698/relevansi-tarif-resiprokal-19-bagi-ekonomi-indonesia. Diakses pada tanggal 21 Juli 2025.

(Cahya Wahyu Saputra, Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Janabadra)

 
 
 

18 Komentar


uyenghomsoet.h.uy.e.n+abc123
6 hari yang lalu

https://tylekeopro.com/ mình thấy mọi người hay nhắc lúc soi thông tin trước trận nên cũng bấm vào thử cho biết. Cảm giác đầu tiên là giao diện khá dễ nhìn, không bị nhồi nhét quá nhiều thứ một lúc. Mình thích kiểu họ chia trận theo từng giải nên kéo xuống là biết đang xem nhóm nào, đỡ phải lọc trong đầu. Phần bảng tỷ lệ cũng trình bày theo cột nên nhìn lướt vẫn nắm được, kiểu châu Á/châu Âu/tài xỉu đặt cạnh nhau khá rõ ràng. Mình không có thói quen ngồi đọc kỹ từng con số, chủ yếu cần cái bố cục gọn để xem nhanh trước giờ bóng lăn thôi. Menu để ngay chỗ dễ thấy…

Suka

uyenghomsoet.h.uy.e.n+abc123
12 Apr

F168 mình mới ghé thử đúng kiểu tò mò thôi, tại thấy nhiều người nhắc nên vào xem có “dễ thở” không. Vừa mở lên cái mình để ý ngay là giao diện nhìn hiện đại nhưng không bị nhồi chữ, lướt xuống vẫn theo kịp vì các khối nội dung chia khá rõ. Mình cũng khoái cái kiểu dùng một tài khoản cho cả hệ thống, đọc là hiểu liền, khỏi phải nhớ nhiều chỗ đăng nhập. Bấm qua vài mục thấy tải nhanh, không bị khựng hay lag khó chịu như mấy trang nặng nề khác. Nói chung cảm giác họ làm gọn gàng, thân thiện với người mới, nhất là mấy tiêu đề và box thông tin…

Suka

laurasanms311989
10 Mar

lo de online dạo này mình thấy xuất hiện khá nhiều trong mấy cuộc trò chuyện về giải trí kiểu xem kết quả và thử dự đoán số. Mình cũng ghé qua vài trang để coi họ làm giao diện ra sao, chứ không tập trung vào cách chơi. Ấn tượng của mình là phần kết quả và lịch quay được đặt khá dễ nhìn, có mục lịch sử để tra lại nên không bị rối. Khi các bảng dữ liệu tách bạch, chữ số rõ ràng và bố cục gọn thì mình lướt nhanh cũng nắm được ý chính, tìm thông tin cần xem cũng tiện hơn.

Suka

katrinacha.vez.52.0.2
10 Mar

keonhacai mình thấy xuất hiện dày đặc mỗi khi đọc forum bóng đá, nhất là lúc sắp tới giờ lăn bóng. Hôm bữa rảnh nên mình ghé thử mấy trang tổng hợp xem họ trình bày tỷ lệ kiểu gì cho dễ nhìn. Mình không rành để soi sâu từng chỉ số, chủ yếu xem bố cục: trận nào ra trận đó, giải nào tách riêng, các loại kèo chia rõ ràng và có cập nhật theo thời gian. Khi bảng kèo gọn, cột thông tin thẳng hàng, màu sắc không rối thì đọc lướt rất nhanh, nắm ý chính trước trận cũng đủ rồi.

Suka

uyenghomsoet.h.uy.e.n+abc123
10 Mar

Tài Xỉu mình thấy nhắc hoài trên mấy diễn đàn nên tò mò ghé thử vài trang xem họ trình bày thế nào. Mình không tập trung vào chuyện thắng thua hay soi từng ván, mà chỉ lướt giao diện xem bảng kết quả và lịch sử phiên được sắp xếp ra sao. Kiểu như chỗ nào tách rõ mục, số liệu hiển thị dễ nhìn thì đọc một lát là hiểu luồng hoạt động ngay. Với mình, chỉ cần bố cục gọn gàng, không rối mắt và có phần thống kê rõ ràng là đủ để nắm thông tin cơ bản rồi.

Suka

©2023 by Program Studi Ekonomi Pembangunan

bottom of page