Jogja World Axis: Menjadikan Sumbu Filosofi Sebagai Destinasi Budaya Kelas Dunia
- Admin web Epembangunan
- 3 hari yang lalu
- 1 menit membaca

Sumbu Filosofi Yogyakarta adalah struktur ruang bersejarah yang menggambarkan kosmologi Jawa melalui hubungan antara Panggung Krapyak, Keraton, dan Tugu Pal Putih. Meskipun telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO, kawasan ini belum berkembang secara optimal sebagai destinasi budaya global. Tantangan utamanya meliputi kurangnya interpretasi budaya yang modern, minimnya pemanfaatan teknologi digital, belum terintegrasinya koridor budaya, serta terbatasnya akses inklusif bagi seluruh kalangan masyarakat.
Konsep Jogja World Axis ditawarkan sebagai solusi inovatif yang menggabungkan transformasi digital, penguatan ruang budaya, inklusivitas, dan peran aktif pemuda. Melalui aplikasi AR-VR, wisatawan dapat mengakses rekonstruksi sejarah, narasi multibahasa, dan visualisasi nilai-nilai filosofis secara imersif. Pembentukan World Axis Cultural Trail menghadirkan koridor wisata terpadu yang menyatukan seluruh titik Sumbu Filosofi melalui signage informatif, QR code, dan instalasi seni publik. Pendekatan inklusif juga dikedepankan melalui penyediaan jalur difabel, audio guide, dan papan braille, sejalan dengan standar UNWTO tentang accessible tourism.
Pemuda menjadi pusat inovasi melalui program Youth Cultural Rangers dan Axis Youth Innovators, yang mendorong mereka sebagai pemandu budaya modern, konten kreator, dan penggerak ekonomi kreatif lokal. Seluruh model ini diharapkan menghasilkan dampak budaya berupa revitalisasi nilai-nilai filosofi Jawa, dampak sosial melalui keterlibatan komunitas dan akses setara, serta dampak ekonomi melalui pertumbuhan UMKM dan peningkatan lama tinggal wisatawan. Dengan demikian, Jogja World Axis tidak hanya memperkuat pelestarian budaya, tetapi juga mentransformasi Yogyakarta menjadi destinasi kelas dunia yang modern dan inklusif.







Komentar